Sejarah Blog Ini....

Setelah beberapa bulan blog saya ini aktif (osieardi.blogspot.com) cukup banyak perubahan-perubahan yang telah dilakukan, walau masih jauh dari yang saya harapkan akan tetapi sudah lebih dari cukup terlebih melihat background saya yang hanya sarjana ekonomi.


Ketika nge-bloglah saya berkenalan dengan bahasa HTML walau masih meraba-meraba (seperti terlihat blog saya, ngga ada bagus-bagusnya hehe, mungkin perlu beli bukunya neh atau ada yang mau mieminjamkan..??) sesuatu yang awalnya sulit tetapi pada akhirnya menjadi menyenangkan. Maka jangan heran suatu ketika blog saya bertampilan A dan tepat 1 menit kemudian menjadi B, itu berarti saya lagi utak-atik blog ini ya… hehe.

Dari HTML itu saya mendapatkan banyak hal, walau lebih banyak CoPas alias Copy Paste (thanks God for Ctrl+C and Ctrl+V penemuan terpenting di dunia komputer menurut saya whaha) dari master-master blogging yang memang membagikan ilmunya secara cuma-cuma alias gratis, Indonesia perlu banyak orang seperti ini sehingga orang bodoh seperti saya dapat tercerahkan.

Perubahan blog saya dimulai dari penambahan status YM saya, kenapa saya menyertakan ini diblog saya karena saya ingin ada respon balik dari pembaca blog saya ke saya tetapi sampai saat ini kayaknya belum terlalu bermanfaat tuh hehe untuk ini saya dapatkan gratis dari CoPas.

Lalu dilanjutkan dengan penggabungan account blog saya dengan account [dot]co[dot]cc jadi mulai saat itu blog saya dapat diakses baik dari osieardi.co.cc maupun osieardi.blogspot.com biaya yang harus saya bayarkan untuk fasilitas itu adalah Rp 0,- hihi. Setelah adanya penggabungan tersebut account osieardi.co.cc kemudian saya gabungkan dengan layanan google apps yang lagi-lagi gratis, sehingga sekarang saya mempunyai alamat email saya sendiri yang berakhiran @osieardi.co.cc dengan fasilitas Gmail (layanan email gratis dari google) secara gratis.

Selanjutnya saya juga belajar mengutak-utik tampilan utama dari blog ini (perlu 2 hari untuk menyelesaikannya whuhhhh), sehingga sekarang pembaca blog saya tidak lagi disakitkan matanya oleh artikel yang panjang menjulur-julur ke bawah lagi tetapi dalam bentuk artikel yang terpotong diawal dan ketika pembaca ingin terus membaca dapat mengklik link “selanjutnya” dan ilmu untuk itu lagi–lagi gratis.

Beberapa minggu ngeblog, saya kemudian berpikir (dengan sedikit sisa otak saya tentunya) apakah blog saya ini bisa menghasilkan juga untuk saya? Setelah utak atik ke mbah google akhirnya saya mengikuti kumpulblogger.com yang merupakan layanan iklan online, jadi kalo ke blog saya diklik-klik ya link yang ada di sebelah kanan hehe dan berapa biayanya? Nol rupiah saja.

Iklan online sudah, tetapi dunia periklanan online kan yang terkenal adalah Google Adsense (lagi-lagi Google) lalu saya berpikir dengan sedikit-dikitnya otak saya, apakah bisa ya? Dan ternyata ngga bisa! karena tidak support bahasa indo huhu, tapi setelah tak pantang menyerah sampai berdarah-darah saya bisa juga mendaftar untuk Google Search, sehingga sekarang di blog saya ada fasilitas Search yang terhubung dengan engine Google dan tentunya setiap ada orang yang akses ada sesuatu yang saya dapat.. hehe dan berapa yang saya harus bayar untuk fasilitas search engine Google di blog saya? Jangan kaget ya biayanya lagi-lagi gratis.

Untuk mengakomodir kebutuhan teman-teman saya yang suka chat, saya juga sediakan semacam buku tamu di blog saya, dan fasilitas ini saya dapatkan dari shoutmix.com yang memungut biaya Rp 0,- per bulannya tapi tampaknya belum bermanfaat banyak fasilitas ini.

Dan penambahan terakhir, pembaca blog saya bisa berlangganan artikel blog saya melalui email melalui fasilitas feedburner.com dan bayarnya lagi-lagi NOL Rupiah saja. Jadi berapa rupiah yang harus saya bayarkan setiap bulannya untuk menjadikan blog saya seperti yang sekarang? Nol Rupiah, tapi apa yang saya dapatkan setiap bulan? Beberapa teman, Beberapa ilmu baru dan beberapa rupiah  & dollar saja kok. whehe

Penting: terima kasih kepada mas eko (www.maseko.com), kendhi (trik-tips.blogspot.com), Oom (o-om.com) yang telah membagikan ilmunya secara cuma-cuma. Untuk astri, dade, lindi, rini, eka, inu, mypast, myfam, kolibri skuad dan aci team yang selalu menginspirasi artikel-artikel dalam blog ini (jangan lupa di klik ya!), dan terakhir kepada xxxx yang membuat saya selalu berharap, penasaran, bertanya-tanya dan berangan-angan sendiri sampai kadang-kadang bingung sendiri saat lagi sendiri dalam kamar sendiri sambil nulis blog ini sendiri (loh apa hubungannya sama tulisan ini ya? Bodo ah... hehe, doakan saya tetap bisa menulis ya dan selamat blogging…..)
print

Masa Lalu?

Orang bijak pernah berkata, masa lalulah yang menjadikan diri kita sekarang ini. Jadi masa lalu dijadikan sebagai tolak ukur dalam keberhasilan ataupun kegagalan kita saat ini, tapi apa betul ya??

Sering kali masa lalu dijadikan sebagai kambing hitam apa yang kita alami sekarang, kita (termasuk saya tentunya) mungkin sering menyalahkan segala sesuatu yang terjadi masa lalu, dan kata yang sering terdengar adalah “coba dulu gw….” Maka mungkin itu sebabnya muncul istilah “penyesalan selalu datang terlambat” (mungkin di absensinya si penyesalan ini selalu dapat nilai merah kali ya?? hehe).


Tetapi tak jarang juga loh masa lalu (entah itu baik maupun buruk) justru dijadikan kambing putih (ada ngga ya istilah ini? Hihi kalo belum ada maka saya yang pertama kali pakai loh..) terhadap apa yang kita alami sekarang. Contoh yang mungkin kita semua tahu adalah Thomas Alfa Edison, seorang penemu yang banyak menemukan hal-hal penting bagi kehidupan, dan seperti kita ketahui bareng-bareng om Thomas ini sempat di DO dari sekolahnya karena si guru berpikir si Thomas kecil terlalu bodoh karena terlalu banyak bertanya (saya sih belum sempat bertemu si guru kalo iya mungkin saya akan berkata, “maksud lo….” hihi) nah dari sanalah si Thomas mulai menemukan satu persatu penemuannya itu.

Dari dua hal diatas menceritakan bahwa masa lalu berperan penting terhadap masa depan kita, tetapi yang menjadi pertanyaan saya adalah apakah benar seperti itu ya? Apakah jika hal tersebut tidak terjadi maka masa depan kita akan berubah? Apakah jika hal tersebut terjadi maka masa depan kita sesuai dengan yang kita pikirkan sekarang? Seorang sahabat saya pernah menolak pinangan dari seseorang, dan ketika sekarang si orang itu telah sukses (menurut tolak ukur si sahabat ya) si sahabat menyesal. Tetapi yang menjadi pertanyaan apakah jika memang sahabat menerima pinangan si orang itu dijamin bahwa orang itu akan seperti yang sekarang terlihat? I don’t think so.

Contoh lain, seorang teman yang pernah di putuskan tali kasihnya oleh sang kekasih tepat setelahnya si teman mengalami penurunan semangat dalam kuliah hingga akhirnya si teman pun di DO dari tempat kuliahnya, orang-orang melihat DOnya teman itu disebabkan karena putusnya tali kasih tersebut tetapi apakah ada jaminan bahwa kalau tali kasih tetap terjalin si teman tidak di DO? Bagi saya ngga ada tuh.

Bagi saya, masa lalu menjadi penerang dalam perjalanan saya yang sekarang dan dalam menjajaki masa depan yang gelap gulita. Masa lalu menjadi semacam beachmarking bagi kehidupan yang sedang saya jalani sekarang ini bagi saya jika lebih baik masa lalu maka saya adalah orang yang rugi. Kesalahan dimasa lalu menjadikan saya menjadi pribadi yang lebih waspada, untuk itu kesalahan bukanlah untuk disesali tetapi dijadikan alat untuk membantu kita dalam mencapai apa yang kita inginkan dimasa depan.

Saya pernah mendengar ungkapan, yesterday is history, today is present and tomorrow is mystery nah dari ungkapan itulah seharusnya hidup kita berjalan, dan satu lagi ungkapan yang saya pegang betul adalah, dont life in the past because no future in there, jadi mari menyongsong masa depan bersama…
print

Ada apa dengan ekonomi kita?

Banyak kejadian-kejadian unik terkait dengan kondisi ekonomi kita, sebuah pertanyaan yang terkadang mengganjal bagi seorang yang tidak memahami ekonomi secara benar seperti saya, hal-hal unik tersebut adalah.

Pertama, Saat bank-bank sentral negara lain menurunkan suku bunga mengapa Bank Indonesia justru menaikan suku bunga, loh-loh apa mau tampil beda si BI ini? Dan jawabnya adalah keputusan BI menaikan suku bunga didasarkan pada tingkat Inflasi yang tinggi. Inflasi seperti dijelaskan Gregory Mankiw umumnya terjadi saat jumlah uang beredar di masyarakat sudah terlalu banyak (dalam hal ini rupiah) sehingga BI berusaha mencegah inflasi menjadi terlalu tinggi kembali dengan menaikan suku bunga BI, dengan tingkat suku bunga tinggi diharapkan kebijakan tersebut dapat menyerap kelebihan dana di masyarakat untuk di masukan ke tabungan atau deposito sehingga otomatis dapat mengurangi jumlah uang yang beredar terlalu banyak tersebut.


Kedua, Amerika merupakan pusat krisis yang terjadi sekarang ini tetapi mengapa Dollar Amerika justru menguat? Khususnya terhadap Rupiah, Punya ilmu apa ya si Dollar Amerika ini?? Ternyata ini jawabannya pasar modal dan pasar uang umumnya mencerminkan kondisi perekonomian riil dalam waktu 6 sampai 7 bulan kedepan nah pada saat ini kondisi pasar modal dan uang dalam kondisi kurang baik, Bahkan sepertinya mengarah ke sakit parah. Mengacu pada hal tersebut para investor global melihat pada 6 sampai 7 bulan kedepan nilai saham akan turun sebagai imbas memburuknya kinerja sektor riil, jadi bagi para investor global tersebut nilai saham mereka saat ini akan menjadi terlalu tinggi dibandingkan 6 sampai 7 bulan kedepan, jadi mereka cenderung melepas saham-saham yang mereka miliki saat ini. Dan karena Dollar Amerika masih menjadi mata uang utama dunia, otomatis permintaan Dollar meningkat dan sesuai hukum permintaan maka harga Dollar Amerika meningkat deh.


Saya baru dapat dua hal tersebut, kira-kira ada lagi ngga ya yang unik tentang ekonomi kita saat ini? Kasi tahu ya kalo ada.


Notes: terima kasih untuk inu atas masukannya

print

Badai Belum Berlalu?

Badai yang saya maksudkan disini adalah badai krisis yang sedang melanda dunia sekarang ini. Betul bahwa kondisi fundamental Indonesia jauh lebih baik dibandingkan dengan kondisi 1997, akan tetapi kondisi yang cukup baik ini juga menimbulkan kekhawatiran-kekhawatiran baru di kalangan ekonom dan pelaku bisnis.



Seperti kita ketahui bersama sektor pasar uang dan pasar modal mencerminkan kondisi sektor riil dalam jangka waktu enam sampai tujuh bulan kedepan, jadi dengan kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun sampai 50% dari awal 2008 saat ini, ditakutkan dalam waktu enam sampai tujuh bulan kedepan kondisi sektor riil akan mengalami hal yang serupa. Setelah muncul sedikit optimisme dikalangan masyarakat, saat Indonesia (bersama India, China dan Brasil yang tergabung dalam new emerging market) menjadi bagian dalam G-20 (konfrensi 20 negara dengan ekonomi paling berpengaruh di dunia) belum lama ini.

Konfrensi ini penting bagi Indonesia, karena dengan ikut sertanya Indonesia menunjukan bahwa Negara kita diakui dunia sebagai salah satu negara berpengaruh di dunia secara ekonomi. Dalam konfrensi itu pula presiden SBY menawarkan beberapa solusi bagi permasalahan yang ada saat ini, dan para peserta konfrensi pun menyambut positif hal tersebut, akan tetapi hasil konfrensi alih-alih bersifat konkret terhadap perekonomian global hanya melahirkan wancana-wancana yang tidak berpengaruh langsung terhadap ekonomi global.

Beberapa hari yang lalu Jepang (menyusul Jerman) telah menyatakan negaranya dalam keadaan resesi, hal tersebut tentunya berpengaruh terhadap perekonomian negara kita, dimana Jepang sampai saat ini masih menjadi negara tujuan ekspor utama Indonesia. Hal tersebut dikhawatirkan sebagian kalangan akan berimbas terhadap kondisi sektor riil di Indonesia.

Bukan hanya perekonomian Jepang yang harus dikhawatirkan saat ini, dengan pelambatan ekonomi yang terjadi disemua negara sekarang ini permintaan akan barang otomatis akan ikut menurun, pabrik tidak dapat menambah produksinya bahkan harus mengurangi produksi karena tidak mencapai skala keekonomiannya lagi dan pada akhirnya terjadi pemutusan kerja, pinjaman dari sektor perbankan kurang dimungkinkan karena tingkat suku bunga yang tinggi terlebih lagi perbankan sedang menjaga tingkat likuiditasnya.

Tahun 2009 tampaknya menjadi tahun yang suram bagi sektor riil, bagi sebagian kalangan menyakini hal tersebut tetapi bagi sebagaian lainnya selalu melihat garis perak dari sebuah badai.

Badai belum berlalu, itu pasti tetapi apakah kita siap melewati badai tersebut? itu yang penting.
print